Sandiaga Uno, Bima Arya dan Lukman Sardi Bicara Soal Industri Film di AKI 2021

  • Whatsapp

Bogor. Wali Kota Bogor Bima Arya mengikuti Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2021 yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Gedung Puri Begawan, Kota Bogor, Minggu (17/10/2021).

AKI 2021 merupakan program pengembangan ekonomi kreatif melalui peningkatan kapasitas dan pameran kepada para pelaku ekonomi kreatif pada subsektor kuliner, kriya, fesyen, musik, film, animasi, aplikasi, dan permainan, yang diselenggarakan di 16 daerah di Indonesia, salah satunya Kota Bogor.

Selain melihat pameran industri kreatif anak muda, Bima Arya juga hadir sebagai supermentor dalam creative talk show bersama Menparekraf Sandiaga Uno dan aktor Lukman Sardi dengan tajuk ‘Film Sebagai Identitas Bangsa Bangkit Kembali’.

Bima Arya mengatakan, sangat terinspirasi dengan film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2. Di mana, membuat banyak orang ingin datang ke Yogyakarta ke spot-spot yang ada di film tersebut.

Baca Juga  Kota Bogor Terapkan Ganjil Genap Diperpanjangan PPKM 23-25 Juli 2021, Ini Alasannya

“Dari film itu muncul (2016) sampai sekarang, orang-orang pada ingin datang ke tempat-tempat yang menjadi latar di cerita itu, ada cafe, gereja ayam, kulinernya dan spot lainnya. Kita pemerintah daerah pengen banget buat film kayak gitu,” ungkap Bima Arya.

Selain AADC, Bima Arya juga mengungkapkan suka menonton film komedi dan kisah perjalan seseorang. “Kalau komedi semua film Raditya Dika saya tonton. Terus saya juga suka yang mellow dan romantis. Habibie Ainun juga saya tonton. Film ini keren. Selain karena cerita cinta, juga cerita tentang heroisme dari Presiden Habibie. Sehingga anak-anak muda yang malas baca buku, dia nonton film itu, dia kenal dengan Habibie, dia jatuh cinta,” jelas Bima.

“Anak-anak muda Amerika kan tidak harus ikut seperti di kita ada penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) untuk jadi nasionalis. Mereka cukup nonton film tentang JFK (John F Kennedy), mereka nonton film tentang Lincoln, mereka langsung suka dan bangga dengan Amerika,” tambahnya.

Baca Juga  Kadisdik Kota Bogor Hanafi Serahkan Langsung SK PLT Kepada 9 Kepala SDN

Di tempat yang sama, Sandiaga mengatakan bahwa subsektor film di Indonesia pada 2019 mencatat USD 500 juta kontribusinya kepada ekonomi tanah air dan membuka banyak lapangan kerja.

“Kemarin ada film Squid Game dari Korea. itu ide-idenya mereka mengambil dari permainan yang ada di Indonesia juga. Menurut saya kita tidak kalah dari segi keragaman sumber cerita kita di pelosok nusantara dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote itu kaya akan sumber-sumber inspirasi,” ujar Sandi.

Senada dengan Sandi, Lukman Sardi menyatakan bahwa sebelum pandemi menghantam, film Indonesia sedang berada di level yang cukup tinggi. “Satu tahun penontonnya bisa mencapai 52 juta orang. Ini luar biasa,” kata Lukman.

Baca Juga  Berry Harri Murti Pimpin FPK Kota Bogor Periode 2021 - 2026

“Tapi tiba-tiba terjadi pandemi, sesuatu yang kita tidak sangka-sangka di seluruh dunia. Sedangkan output terbesar dari film Indonesia sampai saat ini masih di bioskop. Pandemi bioskop berhenti, otomatis produksi berhenti,” tambahnya.

Padahal, lanjutnya, film tak sekedar hiburan. Banyak subsektor yang bisa terangkat dari film. “Seperti yang tadi dikatakan Kang Bima (terkait AADC mengangkat Yogyakarta). Ada juga film yang kebetulan saya main di situ adalah Laskar Pelangi. Laskar Pelangi ini akhirnya membawa Belitung menjadi top of mind orang untuk pergi ke sana. Dan itu luar biasa efek dari film itu,” terang pria yang sering meraih penghargaan di berbagai festival film.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *