Sehingga menurutnya, jika Indonesia ingin maju, maka penguatan keluarga yang digerakkan oleh Kemendukbangga/BKKBN adalah kunci strategis.
“Maju tidaknya Indonesia itu seakan-akan tergantung BKKBN-nya,” tambahnya, menekankan pentingnya peran lembaga tersebut dalam membangun kualitas generasi.
Ia juga mengajak seluruh agamawan, khususnya NU untuk mengambil peran lebih aktif karena organisasi ini memiliki basis hingga tingkat akar rumput.
“NU punya garis sampai grass root. Kami bisa memberikan layanan edukasi bagi calon pengantin. Mereka bisa diberikan pemahaman apa saja yang harus dipersiapkan sebelum menikah,” ujarnya.
Senada dengan yang disampaikan Kyai Lukman, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, menjelaskan bahwa pesantren memiliki basis komunitas yang kuat sehingga efektif untuk memperluas edukasi keluarga.
“Kita melakukan sosialisasi 1000 HPK di kalangan pesantren, karena NU dan lembaga pendidikannya merupakan basis yang sangat strategis,” ujarnya.








