Selain didampingi oleh beberapa stafsus menteri, Deputi KSPK, Direktur Balnak serta Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, pada kunjungan kerja kali ini juga turut dihadiri Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cianjur beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Cianjur lainnya.
Pemerintah Kabupaten Cianjur menyampaikan bahwa total anggaran Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) dari pemerintah pusat mencapai 16,13 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12,59 miliar dialokasikan untuk operasional 5.724 Tim Pendamping Keluarga.
Pemkab Cianjur juga melaporkan capaian signifikan dalam penurunan angka stunting. Pada tahun 2021, prevalensi stunting di Kabupaten Cianjur tercatat sebesar 33,7 persen, dan terus menurun hingga mencapai 7,3 persen pada tahun 2025. Capaian tersebut menjadikan Kabupaten Cianjur sebagai daerah dengan prevalensi stunting terendah di Provinsi Jawa Barat.
Selain itu, jumlah keluarga berisiko stunting di Kabupaten Cianjur juga mengalami penurunan signifikan, dari 394.751 keluarga pada 2021 menjadi 104.867 keluarga pada 2024.
Pemkab Cianjur menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan program Bangga Kencana serta memperkuat pendampingan kepada keluarga berisiko stunting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kegiatan temu TPK di Kabupaten Cianjur dihadiri lebih dari 300 peserta yang terdiri dari Tim Pendamping Keluarga, Penyuluh Keluarga Berencana, serta lulusan Sekolah Lansia. (*)








