“Jadi 65 persen dari warga Jawa Barat di cover bansos ini. Itu akan dilakukan dalam waktu dekat,” tuturnya.
Gubernur juga meminta kepada wali kota/bupati intens berkomunikasi dengan warga. Buatlah testimoni-testimoni dari warga yang sudah menerima bantuan, seperti warga jalanan yang menerima beras, warung atau ada warga yang terdampak PPKM Darurat.
“Jadi bukan hanya angka kasus aja. Diskominfo dari provinsi, kota/kabupaten buat itu,” jelasnya.
Di lain hal Kang Emil juga meminta semua sekretaris daerah (Sekda) untuk mengecek
apakah ada surat refocusing APBD 2021 terkait bansos dalam bentuk BLT atau Bantuan Tunai Langsung. “Mungkin nanti dihitung besarannya.
Karena sebelumnya tahun 2021 ada kekacauan berbasis data, ada yang miskin lama dan miskin baru,” jelas Kang Emil.
Saat ini Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat pemanfaatan tempat tidur rumah sakit di Jawa Barat turun dari 91 persen menjadi 81 koma sekian persen.








