BKKBN Luncurkan DASHAT, Kelurahan Sukahati Jadi Program Percontohan Di Kabupaten Bogor.

Menurut Kepala BKKBN RI Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual menegaskan bahwa “DASHAT ini sebagai kegiatan memberdayakan masyarakat dalam upaya untuk pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga yang berisiko stunting. Di Kampung KB, DASHAT diharapkan bisa menghadirkan pusat gizi yang bisa memberikan pelayanan gizi seimbang bagi keluarga berisiko tersebut, karena Stunting harus diatasi sebelum 1000 Hari Kehidupan Pertama (HPK).

“Karena setelah 1000 HPK, struktur tulang tengkorak manusia sudah tertutup dan otak tidak bisa berkembang dengan pesat lagi, sehingga mereka ini kecerdasannya terbatas, tinggi badannya terbatas dan di hari tua mudah terkena penyakit sehingga tidak produktif”. Ungkapnya.

Baca Juga  Pesan untuk Menjaga Budaya Indonesia dalam Renggana, dari Komunitas Perempuan Menari

Kegiatan DASHAT ini lanjutnya dirancang dalam 3 permodelan, yaitu: Model Sosial. Pemberdayaan masyarakat untuk penyediaan makanan padat gizi dengan bahan lokal yang sebagian besar kegiatan berupa pemberian makanan gratis kepada kelompok sasaran (ibu hamil, ibu menyusui dan anak baduta). Model Kombinasi. Yaitu pemberdayaan masyarakat untuk penyediaan makanan padat gizi dengan bahan lokal yang diperuntukkan bagi pemenuhan gizi kelompok sasaran serta masyarakat umum dengan metode penjualan. Dan Model Komersil. Yaitu pemberdayaan masyarakat untuk penyediaan makanan padat gizi dengan bahan lokal yang diperuntukkan bagi masyarakat umum dengan metode penjualan dan penguatan KIE tentang makanan sehat.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Bogor, Hj. Ade Munawaroh Yasin, yang hadir secara langsung mendukung penuh Peluncuran DASHAT ini. Hal tersebut senada dengan yang telah dijalankan Kabupaten Bogor sejauh ini. Walaupun pada masa pandemi berbagai kegiatan terhambat, namun untuk beberapa kegiatan prioritas termasuk di dalamnya yang mendukung percepatan stunting, masih tetap dijalankan. Seperti misalnya kegiatan Posyandu, yang tadinya dipusatkan di Posyandu, saat ini kader-kader diinstruksikan untuk jemput bola ke rumah-rumah keluarga sasaran, melakukan penimbangan, memberikan vitamin dan pemantauan tumbuh kembang.

Pos terkait