Di luar itu, Dedie juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk terus memberikan bantuan. Terutama dalam hal mengentaskan angka buta huruf Al – Quran.
Kepada para dewan hakim, panitera, dan fasilitator, Dedie juga mengatakan bahwa dalam menyeleksi peserta MTQ tidak ada keberpihakan kepada pesantren tertentu. Terutama di semua jenjang penilaian peserta.
“Maka dari itu saya mohon dalam orientasi ini nanti betul – betul menghasilkan hakim yang betul – betul adil. Yang memiliki nilai objektifitas tinggi dalam penilaian Qori dan Qori’ah,” pesannya.
Di tempat yang sama, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Bogor, Ade Sarmili menjelaskan, para dewan hakim yang mengikuti orientasi ini adalah mereka yang memiliki majelis taklim dan pondok pesantren.








