Bima Arya menjelaskan, terkait ambruknya atap ruang kelas tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Bogor sejak Juni 2021 bahwa ada kondisi kelas yang mengkhawatirkan. Setelah itu Dinas Pendidikan merespon dengan melakukan perencanaan untuk dianggarkan perbaikan di 2022,” jelas Bima.
Untuk sembari menunggu perbaikan dan mengantisipasi jatuhnya korban jiwa, Dinas Pendidikan kemudian menutup ruang kelas tersebut dan memasang peringatan bertuliskan ‘Kelas Ini Tidak Layak Digunakan’.
“Tapi poinnya, pertama kita akan segera anggarkan gerak cepat melalui Biaya Tak Terduga (BPBD) di BPBD agar ini diperbaiki dulu untuk mengantisipasi juga pembelajaran tatap muka secara bertahap,” ujarnya.








