Habib Luthfi Resmikan Joglo Makam Raden Saleh di Bogor

Pada penangkapan kedua, Raden Saleh kembali menjadi tahanan rumah hingga akhirnya wafat, para sanak familinya tidak diizinkan untuk menjenguknya.

“Maka tidak salah apabila kita menghormati kepahlawanannya. Semoga menjadi suri tauladan untuk generasi muda, paling tidak beliau memiliki kontribusi dalam menegakkan sang saka merah putih,” ungkap Habib Luthfi.

Menurut Habib Luthfi, bendera merah putih bukan sekedar secarik kain, bukan juga sekedar dua warna merah dan putih, tetapi memiliki kandungan yang luar biasa, di antaranya nilai-nilai Indonesia yang lebih tinggi yakni kehormatan, harga diri dan jati diri bangsa.

Sehingga kata dia, tumbuh rasa fanatisme dan rasa memiliki Republik Indonesia yang mengakar kuat, tidak mudah digoyahkan dan tidak mudah dibenturkan sesama bangsa Indonesia.

Baca Juga  Pencarian Empat Korban Tertimpa Longsor di Empang, Sekda Tinjau Lokasi

“Dan sudah menjadi kewajiban bagi seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga kehormatan, harga diri, jati dirinya sebagai bangsa Indonesia layaknya para pahlawan-pahlawan yang berkontribusi dalam memerdekakan bangsa Indonesia,” tegasnya.

Selain sebagai pejuang dan pelukis besar, Raden Saleh kata Habib Luthfi, merupakan cucu Nabi Muhammad SAW, cucu Sayyidah Fatimah, cucu Abi Bakri As Shiddiq serta cucu Sayyidina Ali.

Di lokasi yang sama, Wali Kota Bogor, Bima Arya menyebut, tidak banyak yang sadar betapa hebatnya sosok Raden Saleh yang kebanyakan mengira hanyalah pelukis besar padahal bukan saja sebagai seorang seniman, tetapi juga pejuang yang nasionalis.

Pos terkait