“Setelah menjalani isolasi dan observasi selama 10 hari kemudian tidak ada gejala kasus dan dinyatakan clear, baru diizinkan bergabung. Pelaksanaan PTM menyesuaikan arahan yang diberikan pihak berwenang,” katanya.
Apa yang dilakukan SMP BPIBS lanjut Mardanih, tidak terlepas dari pengalaman yang dialami pada semester lalu, dimana ada beberapa siswa SMP BPIBS yang sempat terpapar Covid-19.
Evaluasi dan check in berkala lanjut Mardanih, terus dilakukan. Sebab, menurutnya dalam rangka melindungi para siswa, tenaga pengajar dan jajaran SMP BPIBS dalam melaksanakan PTM Terbatas. (*)








