Taufik berharap jika nantinya lolos dan diterima sebagai CPNS, peserta penyandang disabilitas bisa melaksanakan tugas pokok dan pekerjaannya sesuai dengan yang dikerjakan alias tidak ada perbedaan.
Salah satunya, Galih Purnama asal Kota Bandung yang menyandang disabilitas sensorik netra yang didampingi orang tuanya, Dede. Apresiasi diungkapkannya kepada Pemkot Bogor dan pihak panitia seleksi atas kesempatan mengikuti tes seleksi CPNS.
“Alhamdulillah tesnya lancar dan hasilnya melewati passing grade, 341. Untuk soal TWK, TIU dan TKP alhamdulillah masuk,” katanya.
“Kendalanya tidak mudah untuk mengejar waktu karena harus mendengarkan semua soal. Dengan kondisi saya, berharap bisa tetap produktif dan memberi manfaat bagi pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,” kata Galih yang merupakan lulusan S2 dari Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Kemensos di Bandung.
Perwakilan Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bandung sekaligus koordinator pansel CAT, Lia Rosalina mengungkapkan, sejak awal bertugas di Gedung Tegar Beriman, baru kali ini ada peserta penyandang disabilitas tuna netra berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.








