Selain itu untuk pengerasan, dirinya juga meminta untuk diperhatikan. Sebab, jika pengerasan tidak maksimal, maka akan amblas.
“Hingga tahun 2024, Pemerintah Kota Bogor sudah mempersiapkan konsep perencanaan pedestrianisasi secara menyeluruh,” katanya.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Chusnul Rozaqi menambahkan, progres kegiatan penataan pedestrian Jalan Ir. H. Juanda dijadwalkan berakhir pada 18 Desember 2021 dan saat ini baru sekitar 20 persen, deviasi 5 persen. Akomodir permintaan para pihak terkait di sekitar jalur pedestrian menurutnya menjadi penyebab deviasi.
“Jalur ini kurang lebih panjangnya 800,25 meter dengan lebar variatif, paling ujung 7 meter dan paling kecil 3 meter, ini karena kondisi jalan. Kita berpatokan kepada badan jalannya saja. Untuk jalur sepeda ada sekitar 1,5 meter,”pungkasnya. (*)








