Di sana ada Balikpapan Youth Spirit, komunitas anak muda yang tidak terafiliasi dengan ormas atau OKP. Mereka fokus dalam pemberdayaan anak-anak dan ibu-ibu di kampung.
“Mencari uang sendiri, melakukan pemberdayaan secara ekonomi dan melakukan edukasi anak-anak, bertahun-tahun dan membentuk kampung binaan Kampung Pinisi,” sebutnya.
Sementara di Samarinda ada Youth Kaltim yang berisikan aktivis climate change, komunitas yang menghimpun para guru muda, komunitas berbagi receh dan kelompok yang fokus membantu public speaking.
“Mari kita pahami konsep kolaborasi dan kita baca tanda-tanda zaman. Bicara kaderisasi adalah roh organisasi, harus disesuaikan dengan tanda-tanda zaman. Saya melihat ke depan, betul-betul, pemimpin itu adalah tidak saja berbasiskan ideologi tapi juga kompetensi,” kata dia.








