Dalam Pembukaan kegiatan, Deputi Rehabilitasi BNN, Dra. Riza Sarasvita, M.Si.,MHS.,Ph.D menyampaikan bahwa terdapat perbedaan antara Kajian IBM dengan Evaluasi IBM. Kajian dalam bentuk ilmiah maupun evaluasi program dipandang penting untuk menjamin keberlanjutan program di masa yang akan datang.
“Kegiatan evaluasi ini dilakukan melalui pengambilan data dokumen serta wawancara dan menghasilkan informasi pelaksanaan program IBM di seluruh Indonesia, kendala dan alternatif solusi dan informasi terobosan/ inovasi yang dilakukan serta sejauh mana pelaksanaan peran pembina fungsi sesuai dengan pedoman program IBM sehingga terpetakan followership (kepengikutan) IBM. Untuk itu diharapkan peserta evaluasi IBM agar memberikan informasi yang jelas, tepat dan akurat,” jelasnya.








