“Jadi bapak ibu, kita punya alasan lebih banyak untuk berbangga, produk UMKM terus naik kelas,” ungkapnya
Di sisi lain, Bima Arya menerangkan, kondisi Kota Bogor berdasarkan data angka IPM Kota Bogor naik dan menjadi yang tertinggi di Jawa Barat. Salah satunya karena didorong oleh kegiatan wisata hotel, restoran dan UMKM, selain itu juga trading daring di Kota Bogor bergerak cepat dibanding kota-kota lain.
“Disamping ada penampilan konter Dekranasda dengan etalase baru, diharapkan terus merambah ke dunia online. Satu impian yang saya berharap betul adalah adanya produk kuliner khas kebanggaan Kota Bogor, seperti cungkring, tales dan lainnya yang bisa dinikmati,” harap Bima Arya.
Ketua Dekranasda Kota Bogor, Yane Ardian menerangkan, pandemi Covid-19 memberikan dampak ekonomi luar biasa, termasuk di Kota Bogor. Penerapan PPKM memberikan dampak nyata bagi kelangsungan para pelaku usaha di Kota Bogor. Kajian tahun 2021 oleh dinas terkait bekerjasama dengan pihak lain menunjukkan sebanyak 63.685 UMKM atau sebesar 85 persen mengalami penurunan omset 26-70 persen.
Di tengah kondisi tersebut, kata Yane mengharuskan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk berusaha merumuskan kebijakan yang efektif dalam rangka mencegah meluasnya penularan Covid-19 dan pemulihan ekonomi di Kota Bogor.








