Kepala Daerah Diminta Siaga dan Waspada Varian Omicron

Selain itu, intensifkan dan perkuat 3 T, percepat vaksinasi yang merupakan arahan yang secara konsisten disampaikan Presiden Jokowi. Terakhir, pemerintah pusat berupaya keras mempercepat riset varian omicron untuk menjawab 3 pertanyaan utama yaitu tentang kecepatan penularan, dampak keparahan serta kemampuan netralisasi antibodi sehingga ada kebijakan lebih lanjut untuk menanganinya.

“Peran kepala daerah sangat penting sekali dengan dukungan Forkopimda yang telah diberikan perintah atasan masing-masing. Antisipasi agar tidak lengah khususnya di nataru, apalagi varian omicron sudah masuk. Kepala daerah follow up dan koordinasi segera dengan Forkopimda hingga ke tingkat pimpinan perangkat daerah dan tingkat masyarakat, karena itu kuncinya,” jelas Tito.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menambahkan, ada 4 strategi yang dipersiapkan, 3 di antaranya adalah prioritas yang dikhususkan bagi warga sehat yaitu prokes, 3 T dan vaksinasi. Satu strategi lainnya adalah perawatan yang dikhususkan bagi warga yang sakit.

Baca Juga  Bahagia Dan Samawa! Puluhan Pengantin Nikah Massal Bersama KAPPAS

“Target utamanya adalah mengurangi laju penularan virus Covid-19, khususnya varian Omicron,” kata Menkes.

Menkes menerangkan, varian Omicron banyak menyebar di Eropa dan Amerika. Saat ini menjadi varian dominan di Afrika dan di Eropa. Kesimpulan dari Omicron adalah penularan lebih cepat dari delta, menurunkan efektivitas vaksin dan keparahan tidak separah delta.

Di Indonesia kata dia, kasus Omicron berawal dari 3 kasus kemudian 19 kasus dan sekarang sudah 46 kasus dengan identifikasi didominasi kedatangan dari Turki, dimana banyak warga Indonesia yang pulang liburan, kemudian Inggris dan Uni Emirat Arab. Untuk penularan lokal terjadi di wisma atlet, sementara penularan lokal yang lebih luas setelah dicek tidak ditemukan.

Pos terkait