Sementara loyalitas sambung Bima Arya adalah dengar, pahami dan jalankan instruksi atasan. Satu kata dalam menaati pimpinan menjalankan visi misi Kota Bogor, bukan satu kata serempak berkolaborasi untuk kegiatan kemungkaran atau kriminal. Menurut dia banyak kegiatan terhambat karena dua hal tersebut.
“Birokrasi adalah mesin yang solid, semuanya harus satu baris, harus satu langgam dalam satu pekerjaan. Saya titip itu, semua tegak lurus kepada pimpinan, bersama-sama berlomba-lomba untuk kebaikan. Selamat menjadi bagian ASN Kota Bogor, selamat menjadi bagian ikhtiar besar kita, memanusiakan manusia mewujudkan Kota Bogor sebagai kota keluarga,” ujar Bima Arya.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bogor, Taufik dalam laporan menjelaskan, para ASN yang diambil sumpah/janjinya berjumlah sebanyak 291 orang dari pelamar umum formasi tahun anggaran 2019 dan lulusan IPDN yang tersebar di seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkot Bogor.
Pengambilan sumpah/janji dimaksudkan sebagai salah satu usaha pembinaan dalam rangka menciptakan Pegawai Negeri Sipil sebagai aparatur negara, abdi negara dan abdi masyarakat yang memegang teguh sumpah janji PNS.
Selain itu juga untuk mewujudkan PNS yang memiliki kesetiaan dan ketaatan penuh terhadap Pancasila, UUD 1945, negara dan pemerintah serta memiliki mental yang baik bersatu padu, bersih, jujur berdaya guna, berhasil guna, bermutu tinggi dan bertanggung jawab terhadap tugasnya.
Hadir pula mendampingi Bima Arya Kepala Disdik, Hanafi, Kepala Dinkes, Sri Nowo Retno, Kepala Dinas PUPR, Chusnul Rozaqi, Kepala Bagian Kemasyarakatan, Adi Novan dan Camat Bogor Utara dan Lurah Cimahpar.
Dalam kesempatan tersebut para ASN yang diambil sumpah/janjinya menyerahkan donasi untuk program Bantuan Bogor Mengaji sebesar Rp 10 juta dan bantuan dalam rangka penanganan stunting di kelurahan Cimahpar sebesar Rp 5 juta untuk pembangunan fasilitas kesehatan. (*)








