Mengisi kekosongan layanan ini, lanjut Bima, Pemkot Bogor akan berkomunikasi dengan BPTJ untuk mensosialisasikan kepada pelanggan, termasuk membahas solusi dan kemungkinan lainnya supaya bisa beroperasi dengan waktu yang tidak lama.
“Misalnya apabila dimungkinkan dialokasikan dana talangan, apabila aturannya memungkinkan, kalau ada lampu hijau dari BPTJ maka Biskita Trans Pakuan ini kembali akan mengaspal dalam waktu dekat,” terang Bima.
“Konsorsium ini operator PDJT dan Lorena punya alokasi untuk dana talangan. Kalau BPTJ mengizinkan maka akan digunakan dana talangan untuk pramudi dan logistiknya. Saya berharapnya itu supaya layanan tidak terganggu. Karena di lapangan sudah beroperasi dengan sangat baik. Jadi besok, kami akan menyurati BPTJ. Kisaran dana talangan yang sudah disiapkan kira-kita Rp 2 miliar per bulan,” tambahnya.
Lebih lanjut Bima Arya menjelaskan, sejak diluncurkan awal November 2021, program Biskita Trans Pakuan memiliki load factor (tingkat keterisian penumpang) mencapai 11.600 penumpang per hari.








