“Ruas jalan protokol dilakukan penutupan untuk mencegah terjadinya kerumunan di pusat kota. Hingga tengah malam pusat kota terpantau aman terkendali. Penyekatan dan penutupan jalan di beberapa ruas terbukti sangat efektif, mengurangi mobilitas warga,” ungkap Bima Arya.
Selain rekayasa lalu lintas, Forkopimda Kota Bogor juga melakukan monitoring terhadap titik kerumunan di sepanjang jalan yang dilintasi, terutama di sekitar Alun-Alun dan Tugu Kujang.
“Tapi secara keseluruhan banyak warga yang menahan diri. Memang ada arus motor, kemudian diputar balik. Nyaris tidak ada perayaan atau pesta kembang api di hotel-hotel, cafe dan sejenisnya. Artinya imbauan kami ditaati dan kami bersyukur pergantian tahun berjalan dengan baik, dengan tertib sesuai dengan yang diharapkan. Dan sampai saat ini belum terdengar ada laporan hal yang tidak diinginkan di wilayah,” ujar Bima.
Ditempat yang sama, Kapolresta Bogor Kota Kompol Susatyo Purnomo Condro menyatakan, sebanyak 1.360 personel gabungan dari Pemkot Bogor dan TNI/Polri melaksanakan kegiatan untuk memonitor berbagai kerumunan tidak hanya di pusat kota, tetapi di 30 titik lainnya.








