Pemkot Bogor Canangkan Program Budidaya Kopi di Rancamaya

Oleh sebab itu, apapun bentuk bantuan dari pemerintah pusat, BUMN atau instansi terkait menjadi satu harapan untuk mengentaskan kemiskinan, memperbaiki kondisi lingkungan, termasuk didalamnya meningkatkan perekonomian di masyarakat.

Dedie menyebut, Bogor Selatan memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) paling rendah dibanding wilayah lain di Kota Bogor. Hal ini dikarenakan keterbatasan akses ekonomi. Bahkan, sejak tahun 1950 belum ada penambahan akses.

“Dengan jumlah kelurahan sebanyak 16, hanya ada dua akses utama yakni JalanA Warung Nangka dan Jalan Batutulis,” sebutnya.

Untuk itu Dedie berharap program dan kegiatan yang akan mendukung dan meningkatkan perkembangan ekonomi di masyarakat perlu diakselerasi dan dibantu semua pihak terkait.

Baca Juga  Bima Arya Kunjungi Surabi Legendaris DI Bantarjati Sekaligus Berbagi Takjil

“Ke depan ketersediaan tanah untuk jalan menjadi prioritas agar bisa membangkitkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko (DKMR), PT Surveyor Indonesia, Rosmanidar Zulkifli menerangkan, bantuan Green House dan pembibitan benih kopi menjadi salah satu bentuk kepedulian pihaknya. Penyuluhan dan pembinaan juga diberikan yang bertujuan untuk mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs)-8 yang dicanangkan pemerintah, yakni berusaha meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh serta pekerjaan yang layak untuk semua.

Pos terkait