Bima Arya menyebut, sejauh ini BOR di Kota Bogor masih terkendali dan berada di angka 31 persen. Artinya warga yang dirawat lebih banyak memiliki gejala ringan dan kondisinya masih terkendali. Berbeda hal dengan beberapa kota yang mengalami peningkatan tren.
“Artinya semua pihak tidak boleh lalai dan lengah. BOR ini harus di monitor terus. Jika terus merangkak naik, berarti ada sesuatu yang harus kita antisipasi. Hanya ketika BOR RSUD Kota Bogor mencapai 80 persen, rumah sakit perluasan akan kita aktivasi, tapi saat ini belum,” katanya.
Pihaknya juga ingin memastikan prioritas bagi warga yang harus didahulukan dan rumah sakit yang di cek sudah menaati instruksi tersebut, demikian juga di fasilitas ICU.
“Pasien yang dirawat kondisinya yang berat sebagian besar karena komorbid dan lansia. Sebagian besar juga yang dirawat adalah yang belum di vaksin,” jelas Bima Arya.
Untuk pasien Covid-19 yang berasal dari luar Kota Bogor dan belum di vaksin, ia akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait.








