“Kita ketahui saat ini anak-anak cenderung menggunakan gadget untuk belajar jarak jauh. Tetapi tau-tau nyelonong iklan-iklan rokok, untuk itu diperlukan sinergitas antara LPAI dengan pihak-pihak terkait, salah satunya Pemkot Bogor,” kata Kak Seto yang didampingi, Advisor Consultant The Union, Lili Sri Wahyuni dan dan Sekjen LPAI, Titi Suharyati.
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 menjadi momentum yang tepat untuk mengkonfirmasi tentang pentingnya kesehatan paru-paru dalam memperkuat kampanye kawasan tanpa rokok. Salah satunya dengan mengangkat data-data baru terkait perkembangan kasus-kasus di era pandemi.
Di sisi lain kata dia, rokok menimbulkan persoalan dalam ekonomi rumah tangga. Namun demikian untuk mendorong Kawasan Tanpa Rokok (KTR) kondisi yang dihadapi setiap daerah berbeda-beda.








