Dirinya juga memohon maaf apabila dalam perjalanan memimpin PWI Kota Bogor hingga periode kedua ini masih banyak kekurangan. Kekurangan-kekurangan itu, sambungnya, akan dilengkapi oleh rekan-rekan PWI Kota Bogor secara kebersamaan, kompak serta solid.
“Saya hanya manusia biasa, semuanya punya kelemahan, maka kekuatannya adalah kita bersama-sama saling melengkapi. Saya kira hari ini membuktikan bahwa teman-teman berusaha melengkapi dan sudah melengkapi. Ketika saya mengalami degradasi, teman-teman ternyata dengan semangatnya yang luar biasa,” paparnya.
Ari sapaan akrabnya mengatakan, nasi kuning yang berbentuk gunung disimbolkannya sebagai kekuatan atau benteng. Oleh karenanya, PWI harus menjadi benteng dari kebenaran untuk publik. Dikesempatan ini, ia juga menyampaikan terkait revitalisasi GOR Pajajaran yang kemungkinan besar akan menggerus Mako Tirto 4 sebutan sekretariat PWI Kota Bogor.
“Dan perlu saya sampaikan pada hari ini kemungkinan besar dan saya yakin ini adalah HPN terakhir kita menggelarnya di Mako Tirto 4, karena kita tahu semua akan ada revitalisasi GOR Pajajaran yang notabene akan menggerus semua yang ada sekitarnya, termasuk PWI,” ucap Ari.








