Presiden Jokowi Bertemu Delegasi Bank Dunia di Istana Merdeka

Selain itu, dalam perbincangan juga dibahas mengenai bagaimana Indonesia bisa menjadi contoh penerapan transisi energi, komitmen untuk melaksanakan Komitmen Paris, hingga menurunkan karbon sesuai dengan _nationally determined contribution_ (NDC) Indonesia. Namun, Sri Mulyani melanjutkan, untuk mencapai ambisi _net zero_ di dunia, Indonesia memerlukan dukungan internasional terutama dalam hal pendanaan dan kerangka kebijakan.

“Dalam hal ini tadi pembahasannya sangat konkret karena Indonesia sudah punya sekarang mekanisme untuk membentuk _carbon price_, _carbon market_, _carbon tax_, dan Indonesia juga membangun _renewable energy_ yang cukup banyak. Bagaimana ini nanti akan dibawa di dalam forum internasional sehingga _support_ dari internasional, baik dari sisi pendanaan dan juga dari sisi _policy framework_ itu bisa berjalan baik,” paparnya.

Baca Juga  KPU Kota Bogor Gelar Simulasi Pilkada, Pemkot Ajak Warga Memilih

“Tadi Presiden menekankan bahwa komitmen Indonesia sangat kuat dan Indonesia tidak mau bicara saja, kita mau melakukan. Namun, untuk bisa melakukan tentu _financing_ itu menjadi sangat penting,” tambahnya.

Selanjutnya, pembicaraan juga membahas mengenai ketahanan pangan dunia. Menurut Menteri Keuangan, Presiden Joko Widodo menyampaikan perhatiannya mengenai tren kenaikan harga pangan dunia yang bisa mengancam pemulihan ekonomi dunia.

“Bapak Presiden sangat ingin bahwa pemulihan ekonomi dunia itu tidak terdisrupsi karena kenaikan harga, terutama harga pangan, yang tentu akan sangat membebani masyarakat. Oleh karena itu, perlu suatu kesepakatan global mengenai hal itu,” ungkapnya.

Pos terkait