“Melihat potensi pasar dan pengalaman, kami yakin rencana ini memiliki dampak yang positif. Salah satu contohnya yang ditangkap oleh Korea Selatan, yang kemudian dibuatkan pasar yang representatif. Dalam beberapa hal kita tidak bisa membuat pasar yang bagus kemudian tempatnya pindah. Pasarnya jadi, bangunan fisiknya jadi tapi tempat jualan pisang pindah,” kata Dodik.
Dirinya menyampaikan pengalaman lain adalah saat melihat Pasar Laladon. Dengan kondisinya yang ada, merevitalisasi gedungnya tidak cukup, karena terkadang ada hal-hal lain yang harus dipertimbangkan dan tidak hanya masterplan.
Dodik juga berharap mudah-mudahan bukan hanya gambar, tetapi menjadi upaya bersama agar tempat itu benar-benar bisa fungsional.
“Nanti harus kita kaji juga apakah aksesibilitas, sosial dan ekonomi bisa masuk. Kemudian agrowisata produk halal, tentu saja kita siapkan tidak hanya tempatnya tetapi produknya juga, kemudian ketika produknya ada apakah pembelinya ada atau tidak. Nah ini yang harus kita diskusikan untuk kita kerjakan bersama-sama. Kita tidak boleh putus asa, harus optimis, namun tetap berhitung cermat,” tegasnya.
Usai penandatanganan, kegiatan dilanjut dengan agenda kick-off meeting yang membahas rencana pendukung dengan menghadirkan Prof. Yonny Koesmaryono yang menyampaikan materi rencana kegiatan penyusunan masterplan Agrowisata Halal Rancamaya.
Kemudian, Sugiyono menyampaikan pengembangan pusat distribusi pangan halal terintegrasi dan terakhir Prof. Khaswar Syamsu yang memaparkan pengembangan UMKM Center berbasis rantai produk halal.
Pemkot Bogor – IPB University, Teken Kerja Sama Masterplan Kawasan Agrowisata Halal








