“Lari trail ini sering kali dianggap ultra, naik gunung, ekstrim, elevasi curam. Padahal lari trail itu bisa di sawah, di pinggir danau, pantai, bahkan di rel kreta api seperti ini. Unik sekali. Inilah challenge yang berbeda dari lari road,” ujar Bima Arya.
Senada dengan Sandi, Bima menyebut olahraga lari trail ini sangat kuat irisannya dengan pengembangan sport tourism.
“Bicara sport tourism adalah lari trail. Jadi kita akan banyak sinergi, kolaborasi dengan Pak Menteri dan komunitas-komunitas. Yang penting ke depan, kita terus ikhtiar agar ada standarisasi. Kalau kejuaraan seperti apa yang harus diikuti oleh panitia, semakin banyak kategori semakin bagus supaya orang paham bahwa lari trail itu banyak pilihannya, termasuk menyasar anak usia dini mulai dari kategori usia SD, SMP, SMA,” jelas Bima. (*)








