Menko PMK Respon Positif Kolaborasi Penataan Kampung Mongol di Kota Bogor

Muhadjir juga berpesan kepada warga terkait masalah stunting dan keluarga berencana. “Masih ada anak yang stunting, yang manula dan kesadaran untuk berkeluarga berencana masih rendah. Masih banyak yang anaknya di atas 5 orang, ada yang 4. Padahal rumahnya sangat tidak memadai untuk ditinggali dengan sejumlah anggota keluarga sebanyak itu,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Bima Arya menjelaskan, karakteristik Kampung Mongol ini berbeda dibanding kampung kumuh lainnya. “Karena lahannya ini di tas milik Jasa Marga dan perusahaan. Jadi menjadi kendala bagi kami melakukan intervensi,” terang Bima.

“Kedua, tantangannya adalah pemberdayaan warga membangun kultur. Karena sebagian besar memang pemulung, buruh harian lepas. Karena itu saya usulkan kepada Pak Menko dan direspon dengan sangat baik oleh Pak Menko,” tambahnya.

Baca Juga  Bima Arya dan Yane Ardian ‘Mejeng’ di Menteng, Kenalkan Maskot Rubo

Menurut Bima, pembenahan kampung ini komprehensif dan terintegrasi. “Jadi kita akan dikerjasamakan dengan pihak Jasa Marga dan PT untuk perbaikan fisiknya. Pemkot akan bertanggung jawab untuk pemberdayaan ekonomi warganya. Memfasilitasi melalui jalur UMKM, PKK untuk mengedukasi warga agar bisa mengatasi masalah utama terkait masalah kesehatan dan pendidikan,” pungkas Bima.(*)

Pos terkait