Bahkan kata dia, Gubernur DKI Jakarta pun meningkatkan subsidi sampai 180 persen untuk public transport di Jakarta. Jadi BTS ini adalah tentang subsidi, tidak bisa hanya mengandalkan dari tiket. Menurutnya, Biskita Trans Pakuan Bogor pun bisa disubsidi APBD setelah Perda-nya disahkan.
“Insya Allah September nanti Perda-nya sah. Dan untuk sampai kapan Biskita tidak berbayar, jawabannya sampai pemerintah pusat mengeluarkan regulasi khusus dananya masuk ke siapa,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, mekanisme yang dilakukan yakni kerja sama investasi. Kerja sama operasional antara Trans Pakuan sebagai perumda dan PT Kodjari. PT Kodjari mengupayakan pengadaan aset dan Trans Pakuan mengadakan supir bus dan lain sebagainya.
“Ini merupakan sistem baru, sistem yang jauh lebih maju karena supirnya digaji dan ada standar minimum pelayanan. Kalau sopir terlambat atau busnya kotor atau baret (tergores), baik itu karena ulah seseorang atau karena ranting bisa kena denda. Dan itu ada aturannya, ada target ritase, ada target layanan dan lain sebagainya,” terangnya.
Sejak Biskita diluncurkan Bima Arya mengatakan, ada perkembangan yang sangat baik. Di awal penumpangnya memang masih belum terlalu tinggi dan ada kecenderungan pada akhir pekan saja yang ramai dan ini yang kurang bagus karena target pengguna Biskita itu para pekerja.








