“Di festival clothing banyak sekali di mana-mana. Mereka bangga pakai brand lokal. Ini geliatnya belum sepenuhnya difasilitasi dimediasi oleh pemerintah kota. Kita bayangkan apabila seluruh kota memberikan ruang yang besar, ada affirmative action untuk produk lokal,” tambahnya.
Di Kota Bogor, lanjut Bima, akan ada satu hari bagi ASN untuk menggunakan pakaian dari baju, celana hingga sepatu produk lokal.
“Senin pakai PDH coklat, Selasa adalah hari dengan produk lokal. Boleh pakai sneakers, boleh pakai hoodie, boleh pakai apapun tapi buatan lokal. Rabu putih hitam, Kamis pakaian Sunda, Jumat batik atau etnic. Jadi tiga hari dalam seminggu kita akan memberikan panggung bagi produk lokal,” jelas Wali Kota Bogor ini.
Bima Arya meyakini, jika 98 anggota APEKSI kompak memberikan panggung bagi produk lokal melalui kebijakan wali kota, maka akan sangat luar biasa dampaknya.
“Ini belum bicara pengadaan barang dan jasa. Di mana pemerintah pusat mewajibkan alokasi 40 persen bagi UMKM dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, untuk mendorong penggunaan produk lokal. Ini juga belum berbicara kebijakan lain. Dampaknya akan sangat luar biasa,” tandasnya.








