Dengan mengajak gerakan pramuka Indonesia menjadi lokomotif perbaikan dan pemeliharaan lingkungan hidup di negeri ini, diharapkan pramuka menjadi green inspirator. Anggota pramuka di Indonesia saat ini ada sekitar 25 juta jiwa.
Mereka merupakan aset besar bangsa untuk mencetak kader-kader berwawasan lingkungan hidup. Maka dari itu, tegas Cicilia, pramuka patut menjadi garda terdepan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang hijau, bersih, indah dan asri.
“Gerakan pramuka adalah gerakan kader pemimpin masa depan bangsa, hijaunya pramuka adalah hijaunya negara,” katanya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kwarnas Gerakan Pramuka, Mayjen (Purn) Bachtiar Utomo mengungkapkan, aksi peduli lingkungan di Bendung Katulampa ini sekaligus telah membuktikan bahwa Satuan Karya (Saka) Kalpataru dan Wana Bhakti yang diampu KLHK tetap dapat bergerak maju bersama dalam gerakan pramuka.
“Satuan karya memang selayaknya terus dapat beraktivitas, bukan hanya pada saat pelantikan pengurus saja. Tetapi sesuai dengan fungsinya sebagai wadah pendidikan guna menyalurkan minat mengembangkan bakat dan pengalaman para pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam hal ini khususnya terkait pada bidang lingkungan hidup dan kehutanan,” urai Bachtiar.
Kwarnas Gerakan Pramuka dan seluruh jajaran gerakan pramuka tentunya juga dapat ikut aktif melaksanakan pendidikan – pendidikan untuk mengerti dan membantu pelaksanaan pelestarian lingkungan hidup di Indonesia. Pendidikan mengenai pentingnya lingkungan hidup memang harus terus dapat dikembangkan di semua golongan gerakan pramuka.








