Buka Diklat Kearsipan, Bima Arya Tekankan Pentingnya Arsip Untuk Masa Depan

Ia menceritakan, pada masanya dulu di Bogor berdiri Kerajaan Hindu terbesar yakni kerajaan Pajajaran, namun tidak ada dokumen resmi yang menunjukkan dimana ibu kota kerajaan Pajajaran itu.

“Ada yang bilang Kebun Raya ada juga yang bilang di Batutulis. Kita kehilangan banyak jejak sejarah karena bencana dan juga karena kultur arsip, literasi yang tidak kuat alias kultur kita itu lisan atau mendongeng,” terangnya.

Ia sangat ingat, ketika S2 di Monash University Australia pada 1996 silam, di perpustakaan kampus terdapat satu ruangan khusus buku-buku dari Indonesia, bahkan yang di Indonesia tidak ada, di perpustakaan itu ada semua. Bukan hanya buku, novel, komik dari Indonesia tapi juga dokumen, pamflet semuanya ada, kalau fisik bukunya sudah tidak bagus, dibuat menjadi micro film.

Baca Juga  Pertamina Patra Niaga Regional JBB Tingkatkan Pendidikan Guru dan Pengasuh TPA Al-Firdaus Melalui Program Tamasya

Pos terkait