Dalam kunjungan sekaligus penyerahan bantuan secara simbolik Jumat tadi, rombongan ICMI melihat warga setempat masih terus gotong royong membersihkan sisa banjir bandang dan memperbaiki bagian-bagian yang rusak.
“RT kami termasuk wilayah yang paling parah kerusakannya, warga yang rumahnya hanyut tersapu banjir saat ini masih menumpang di rumah rumah tetangga mereka dengan kondisi seadanya. Kerusakan fasilitas publik terkesan lambat direspon pemkab,” jelas Abdul.
Lebih lanjut Abdul Karim mengatakan saat ini sebagian warga masih trauma dengan musibah banjir, curah hujan yang tinggi masih berpeluang terjadinya banjir susulan. Bahkan rusaknya sebagian bangunan sekolah belum dapat dipastikan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dalam pekan mendatang. ”Kemarin malam tinggi muka air sungai kembali naik hingga dua meter, warga trauma akan adanya banjir susulan, sebagian warga dibantu sar gabungan bersiap sempat berencana kembali mengungsi,” katanya








