Meski sempat terjadi aksi bakar ban dan saling dorong, puluhan mahasiswa ini pun diajak oleh Safrudin Bima untuk langsung berdialog di ruang Serbaguna Gedung DPRD Kota Bogor. Dalam dialog tersebut, para mahasiswa menyampaikan tuntutannya yang menolak RKUHP karena diduga terdapat pasal-pasal bermasalah.
“Kami mengapresiasi anggota dewan yang sudah menerima kami hingga larut malam dan kami harap aspirasi kami ini bisa dibawa dan ditindaklanjuti,” ujar Alfath selaku perwakilan mahasiswa UIKA.








