“Dengan pelayanan kompeten, selaras pendidikan sekolah dengan keluarga, untuk mencetak generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, berdaya saing dan berakhlak mulia,” terangnya.
Lanjut Plt. Bupati Bogor menyatakan bahwa, kurikulum merdeka merupakan kurikulum kebebasan yang dapat memberikan ciri-ciri karakteristik kepada para siswanya. “Kurikulumnya tidak ribet, tidak banyak aktualisasi,” imbuhnya.
Dikutip dari laman resmi Kemendikbud Ristek bahwa karakteristik utama dari Kurikulum Merdeka Belajar yang mendukung pemulihan pembelajaran yakni, pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila, fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi dan fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal. (***)








