“Data-data ini tinggi ya, tapi angka-angka ini nanti tim UKS lihat lagi dan evaluasi, ini berjalan atau tidak, karena ini angka tahun 2021, perlu di update,” katanya.
Ketua Pembina UKS Kota Bogor ini menekankan, tim UKS Kota Bogor hingga tingkat sekolah memiliki tugas yang cukup berat. Apalagi dua tahun terakhir ada pandemi. Meski, Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) telah dilaksanakan saat masa Covid-19.
“Sasaran kita anak usia sekolah itu ada sekitar 25-30 persen dari jumlah penduduk di Kota Bogor, ini menjadi sasaran dan perhatian kita. Usia sekolah adalah usia yang sangat rentan, terutama usia TK dan SD rentan terhadap penyakit dan sebagainya. Untuk usia SMP/SMA gangguan, tekanan itu lebih besar baik di sekolah maupun di rumah. Jadi, persoalannya berbeda di setiap tingkatan dan itu tugas kita, karena UKS itu tidak semata-mata sakit, demam tapi kesehatan jiwa dan sebagainya yang harus menjadi perhatian kita semua,” paparnya.








