“Ada pertumbuhan signifikan jumlah kelompok tani di Kota Bogor sejak gerakan Bogor Berkebun ini diluncurkan. Saat ini, tercatat sudah ada 330 kelompok pertanian, peternakan hingga perikanan. Program ini tidak saja diikuti antusias oleh petani, tapi juga generasi muda, mahasiswa atau pelajar yang mengisi kegiatan produktif di masa pandemi,” ungkap Bima Arya.
Selain untuk mengisi waktu, urban farming ini juga mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah karena bisa menambah pendapatan bagi yang kehilangan pekerjaan. “Tahapan pasca panennya juga kita pikirkan dengan melibatkan pihak lain sebagai penyaluran hasil panen. Misalnya ada Toko Tani Indonesia, pasar tradisional, Asosiasi Pasar Tani dan mobil tani keliling,” ujar Bima.
Bima Arya berharap, gerakan urban farming bisa lebih masif lagi meski pandemi sudah perlahan melandai dan menuju normal. “Saya juga menekankan secara khusus pentingnya anak-anak muda menekuni urban farming ini. Karena food producer perlu juga di regenerasi, bukan saja posisi-posisi pemerintahan dan pengusaha, tetapi juga untuk memastikan ketahanan pangan yang kuat perlu ada regenerasi dan perlu kerjasama dengan anak-anak muda di berbagai kota,” jelasnya.








