“Saya sering sampaikan kalau Kebun Raya dan Istana itu surga dunia, di luar itu adalah dunia lain. Di dalam hijau tanaman, di luar hijau angkot. Ketika saya dilantik, rebranding the city. Kita kuatkan identitas Kota Bogor sebagai heritage city, green city, dan smart city,” kata Bima.
Penataan Kota Bogor, lanjut Bima, fokus terhadap tiga identitas tersebut. Ruang terbuka hijau terus ditambah, kawasan heritage dipertahankan dan menggairahkan kembali potensi-potensi pariwisata yang ada.
“Kita manfaatkan aset-aset yang ada. Misalnya Alun Alun Kota Bogor, tadinya tempatnya semrawut, tempat prostitusi dan lain-lian. Kita ubah menjadi ruang terbuka yang lebih bermanfaat. Kita juga bangun sawah jadi tempat agrowisata baru di Mulyaharja. Kita berdayakan warga agar lebih sejahtera,” terang Bima.
Sementara itu, Komisi 3 DPRD Kota Medan yang dipimpin oleh Afif Abdillah mengatakan, sangat menarik melihat bagaimana Kota Bogor dengan sumber daya alam yang terbatas tapi bisa memanfaatkannya dengan maksimal.








