“Hari ini keadaan dan situasi jauh lebih baik, pemulihan ekonomi di Kota Bogor bergerak lebih cepat dibanding daerah-daerahg lain. Pertumbuhan ekonomi naik 4,17 persen dari minus 0,41 persen pada tahun 2020 menjadi 3,76 persen pada tahun 2021. Ini angka yang sangat baik jauh melebihi rata-rata kota lain yang dampaknya lebih tajam dibanding Kota Bogor,” tutur Bima Arya
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor naik 10 persen dari Rp 872 Miliar pada tahun 2020 menjadi Rp 966 Miliar pada tahun 2021. Dengan kerja keras PAD Tahun 2022 ditargetkan naik 12 persen dibandingkan pada tahun 2021 menjadi Rp 1,1 Triliun.
“Dan untuk tahun 2023 ditargetkan akan mencapai angka pertumbuhan yang lebih tinggi dan PAD yang lebih tinggi,” jelasnya.
Di sisi lain, masa pandemi UMKM Kota Bogor justru bangkit lebih cepat dan berlari lebih kencang berkat dukungan semua, bantuan pemerintah serta ikhtiar luar biasa para pelaku UMKM. Tahun 2020 tercatat ada 26 ribu pelaku UKM. Pandemi melahirkan banyak pelaku UKM baru hingga berjumlah 68 ribu pada tahun 2021, terutama dengan adanya bantuan UKM dari pemerintah dan korban PHK yang membuka usaha. Di tahun 2022 ini jumlahnya makin bertambah hingga 77 ribu pelaku UKM.








