“Kata Kang Benn tadi, saingan kita mah itu tiktok, facebook, game dan segala macem, anak-anak mah utek-utekan saja disitu dilayar. Kita berharap semakin banyak anak-anak yang mau turun ke lapangan mau keringetan di lapangan, mau prestasi dan mau membanggakan kotanya dan salah satunya dari sepatu roda,” katanya.
Mengenai fasilitas dan sarana prasarana olahraga Inline skate kata Bima Arya, rencananya akan ditambah.
“Tadi saya tanya mungkin gak di Kampung Atlet di Kayu Manis nanti kita cobalah buat yang baru lagi. Bisa ya. Mudah-mudahan di Kampung atlet ada standar nasional yang lebih besar. Mudah-mudahan Allah mudahkan ya,” harapnya.
Pendiri Deer Inline Skate Bogor Klub, Enday Dasuki mengatakan, klub ini tumbuh dari kemauan masyarakat karena melihat adanya potensi dan kemauan dan juga tempat berlatih olahraga sepatu roda di Kota Bogor.
“Pendirian ini ada motivasi atau ada awal yang mendorong sehingga saya sebagai masyarakat Kota Bogor terpanggil untuk menghimpun potensi masyarakat yang memiliki minat atau bakat dalam olahraga sepatu roda. Anak kami yang saat itu berawal dari cucu kami yang mengikuti kompetisi di solo, Alhamdulillah dia mendapatkan medali emas.Tentunya ini dapat membawa nama baik nama besarnya Kota Bogor,” katanya.
Dari situlah kata Enday, kemudian disampaikan inisiasi untuk membuat klub. Karena saat ini kata dia, di Kota Bogor klub yang menaungi sepatu roda masih sangat minim.
Untuk itu kata Enday pihaknya berharap ada sarana dan prasarana yang lebih baik lagi sebagai tempat berlatih olahraga sepatu roda.








