Untuk mencegah tindakan bullying itu sendiri menurutnya yang pertama perlu mendapat perhatian dari keluarga dan juga pihak-pihak terkait, dalam hal ini adalah sekolah.
“Siswa harus ditanamkan akhlak yang baik, tingkatkan kesadaran menghargai diri sendiri dan orang lain, selalu bersikap tenang dan percaya diri, jangan mendukung, mematuhi dan ikut melakukan perilaku bullying dan yang terakhir jika ada yang melakukan bullying maka lakukan perlawanan dan laporkan kepada pihak sekolah,” ungkap alumni Universitas Ibn Khaldun Bogor prodi konsentrasi bimbingan konseling.
Lebih jelasnya, bullying bisa terjadi dimana dan kapan pun, terhadap siapa pun bukan hanya terhadap anak-anak, terkadang terhadap orang dewasa pun ada hanya tanpa disadari. Misalnya, ada orang tua yang dengan statusnya mengandung kata-kata yang kurang pantas, itu juga termasuk bullying atau perundungan melalui media alat elektronik (handphone). Untuk itu kita yang dewasa harus betul-betul bijaksanan dalam penggunaan alat elektronik dan bullying itu akan terjadi selagi terdapat proses interaksi sosial antar manusia.
Bentuk bullying terdiri dari 4 macam diantaranya bullying fisik yaitu dengan cara melakukan memukul, kedua bullying sosial dengan cara mengucilkan seseorang, ketiga bullying verbal dengan cara mengancam atau memberi komentar yang menyakitkan, keempat bullying cyber yaitu biasanya bullying ini melalui media internet dengan menulis yang mengandung sara.








