Setelah membaca buku tentang sejarah SAS, ceritanya sangatlah unik, karena berawal dari perkumpulan orang satu kampung kesulitan air yang saling membantu untuk mengurus kematian.
“Jadi orientasinya bukan hanya duniawi tapi ukhrawinya. Mungkin spiritnya itu,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Presidium Dewan Pimpinan Pusat Sulit Air Sepakat (DPP SAS), Happy Bone Zulkarnain mengatakan, bahwa SAS ini sudah berdiri sebelum bangsa ini merdeka, tepatnya tahun 1912.
SAS ini merupakan salah satu organisasi perantauan masyarakat Minang. Saat ini tersebar di 102 cabang, bahkan diantaranya ada di Melbourne, Malaysia, Inggris, Abu Dhabi, Washington DC.
“Hampir di setiap kota-kota punya aset. Orang Sulit Air ada dimana-mana,” sebutnya.








