Dedie menyatakan, kegiatan tersebut menjadi satu langkah konkret. Ia berharap efektivitasnya bisa dipertanggungjawabkan, karena Kota Bogor walaupun pernah dicap kota intoleran namun itu tidak terbukti.
“Tidak ada dalam catatan sejarah Kota Bogor ada perpecahan terkait rasial. Dalam kondisi sekarang ini banyak muncul ideologi-ideologi yang berseberangan dengan NKRI, melalui terobosan peningkatan kelembagaan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), setidaknya menjadi benteng atau bumper untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan dengan langkah-langkah teknis serta langkah lain sehingga kekhawatiran dan ketakutan kita terjadinya perpecahan tidak terjadi,” katanya.








