Kota Bogor Kini Miliki Kampung Rambutan, Ada di Kelurahan Curug

Karena kata Anas, Kota Bogor melalui DKPP pada bidang pertanian dan ketahanan pangan memiliki slogan emas coklat yang memiliki makna warga bisa mencari uang tanpa harus membangun gedung.

“Caranya adalah dengan menanam sehingga menumbuhkan agrowisata yang juga untuk pengembangan UMKM tanpa harus merubah tanah atau keadaan asli alamnya sehingga nature alam itu tidak diubah, tapi bisa memberikan penghasilan bagi warga,” katanya.

Dari sisi ekonomi berkelanjutan, tanaman rambutan ini memiliki usia yang panjang sari sisi produktivitas.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Penyuluhan DKPP Kota Bogor, Dian Herdiawan mengatakan, pohon rambutan memerlukan waktu dua hingga empat tahun untuk bisa berbuah tergantung dari usia dan ukuran bibit yang ditanam.

Baca Juga  Longsor Batutulis Mulai Diperbaiki, Jenal Mutaqin Ajak Warga Ngeliwet

Proses perawatan pohon rambutan ini bisa dibilang tidak begitu sulit. Dian melanjutkan yang harus diperhatikan dalam perawatan bibit rambutan adalah media tanam dan penyiraman

“Intinya pohon rambutan harus dirawat dengan disiram sekali sehari dan sebaiknya di sore hari serta diberi pupuk. Sebelum ditanam sebaiknya lubangnya diberi pupuk kandang dan dolomit terlebih dahulu,” ujarnya.

Usia pohon rambutan ini kata Dian bisa mencapai hingga 30 tahun sehingga bisa menjadi tabungan bagi warga ketika panen.

“Pemeliharaanya itu sekitar dua tahun setelah tanam berbuah serta umumnya berbuah 1 kali setahun dan biasanya mulai di bulan November,” jelasnya. (*)

Pos terkait