Dirinya meminta jajaran terkait dari Pemkot Bogor untuk memberikan dukungan agar target yang diinginkan bisa tercapai. Inisiasi yang dilakukan penyelenggara Get The Fest penting dan perlu untuk diapresiasi.
“Belum tentu sukses tetapi segala sesuatu memerlukan tahapan proses maupun adaptasi. Semuanya selalu ada trial and error. The show must go on, somehow must be started. Demikian dengan Get The Fest, inisiasi harus diapresiasi dan kita harus berkolaborasi dan saya bergembira dimulainya dari Kota Bogor,” ungkap Bima Arya.
Dirjen Pengolahan Sampah Limbah B3 KLHK, Rosa Vivien mengungkapkan apresiasinya dan berharap kegiatan tersebut bisa dicontoh daerah-daerah lain.
“Apa yang dilakukan teman-teman Get The Fest atau Get Plastic bisa memberikan kontribusi besar dan luar biasa terhadap Indonesia Bersih 2025. Selanjutnya kolaborasi yang tadi disebut Wali Kota Bogor menjadi hal yang penting, selain edukasi dengan teknologi yang tepat mengubah sampah plastik menjadi energi dan semakin luar biasa jika ada kegiatan yang menggunakan bahan baku plastik untuk energinya dan bisa menunjukkan ke dunia luar bahwa Indonesia bisa mengatasi sampah plastik,” ungkap Rosa Vivien.
Founder sekaligus Ketua Yayasan Get Plastic Indonesia, Dimas Bagus Wijanarko menjelaskan, kampanye yang dilakukan pihaknya selama lima tahun kurang didengar oleh masyarakat luas.
Melalui Festival Musik Get The Fest di Bali dengan menggunakan bahan baku sampah plastik, ia berharap bisa menyampaikan dan menghimbau masyarakat bahwa sampah plastik yang dibuang secara sembarangan itu bisa menjadi sesuatu yang berguna.








