Menurut ahli waris desain patung yang baru ini akan dibuat semirip mungkin sehingga akan disesuaikan dengan figur Kapten Muslihat sebagai seorang pemimpin muda yang tenang dan berwibawa dalam berjuang dan memimpin pasukan untuk meraih kemerdekaan.
“Ke depan ini bisa menjadi contoh. Jadi filosofinya itu kepemimpinan yang tenang dan berwibawa bisa membawa kearah yang lebih baik. Dan Alhamdulillah semua usulan dari ahli waris dan sejarawan serta budayawan terkait desain patung ini sudah diakomodir semua oleh Pemerintah Kota Bogor,” ujarnya.
Pihak keluarga ahli waris berharap patung ini tidak hanya menjadi lambang pahlawan, tapi bisa menjadi ikon baru di Kota Bogor yang memiliki filosofis bagi generasi selanjutnya.
Sejak dipindahkan pada Agustus 2021 lalu dari lokasi eks Taman Topi, Pemkot Bogor melalui Disperumkim sudah membuat perencanaan yang terbaik untuk Patung Kapten Muslihat dengan mengundang perwakilan dari ahli waris dan para budayawan.
Jejak perjuangan Kapten Muslihat saat ini pun ada di Alun-alun Kota Bogor yang digambarkan dalam sebuah diorama sejarah yang berada di depan Alun-alun Kota Bogor.
Di lokasi yang sama, Kepala Disperumkim Kota Bogor, Juniarti Estiningsih menuturkan, proses perencanaan pembuatan dan pembangunan patung baru Kapten Muslihat ini telah ia matangkan dan komunikasikan dengan para pihak, baik ahli waris, sejarawan dan pemerhati budaya sejak tahun lalu.
Menurut Esty sapaannya, hal itu dilakukan guna memberikan pelayanan terbaik dengan mendengarkan masukan dan saran dari berbagai pihak.
“Iya desain patung kita dibantu oleh ahli seni rupa dari ITB. Terus untuk penempatan patung di pertigaan Jembatan Merah pas di depan Irama Nusantara. Memang kalau untuk desain saya kira ada perubahan desain dari kondisi yang awal, tapi intinya kita akan memberikan yang terbaik memberikan yang proporsional terkait dengan sosok Kapten Muslihat ini,” ujarnya
Penempatan Patung Kapten Muslihat di Pertigaan Jalan Merdeka ini selain merupakan tempat terjadinya pertempuran juga agar patung bisa dilihat dari berbagai sisi oleh masyarakat. Sehingga nantinya patung akan dipasang menyerong ke arah Istana Bogor








