Dengan jumlah penduduk yang tak jauh seperti Kota Bogor, yakni 1,5 juta jiwa, maka Kota Bogor dianggap pas menjadi contoh untuk percepatan penanganan stunting. “Termasuk masalah penganggarannya seperti apa,” kata Agus.
Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim selaku Ketua TPPS Kota Bogor menyambut baik atas kedatangan jajaran Pemkab Subang untuk bersama – sama sharing percepatan penanganan stunting. Memang nyatanya, kata Dedie, penanganan stunting butuh gotong royong.
“Sesuai dengan visi Kota Bogor untuk terwujudnya Kota Bogor sebagai kota yang ramah keluarga, maka penanganan stunting menjadi hal yang harus kita lakukan bersama. Untuk mendukung misi Kota Bogor yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” jelas Dedie.
Di Kota Bogor pada tahun 2021 – 2022 ini ada 12 kelurahan yang menjadi lokus stunting. Sementara tahun depan ada 8 kelurahan yang menjadi lokus. Penentuan lokus tersebut berdasarkan pertimbangan keluarga berisiko stunting, jumlah dan persentase stunting.








