“Kita memulai sesuatu karena ada sesuatu yang sudah ada di lapangan atau masyarakat. Dari pengamatan sepintas ini masyarakat terlihat sangat rukun dalam keberagaman dan nanti kita bisa mengetahui saat penelitian, apa modal dan alasan yang mendasarinya. Kehadiran kami ingin kerja sama dengan Pemkot Bogor dan jajaran. Kami ingin belajar bersama dengan warga tentang bagaimana membina, membangun kerukunan sehingga bisa hidup rukun, saling menghargai, saling menghormati dan saling mendukung satu sama lain dalam keberagaman yang sangat hakiki.
Selain itu, bagaimana membina kebersamaan dan kerukunan yang menjadi modal dan kekuatan bukan hanya bagi warga Kota Bogor, tetapi juga bagi bangsa negara Indonesia.
“Keberagaman yang saling menghargai, saling mendukung, kebhinekaan yang membuat kita satu sama lain menjadi saudara,” kata Rektor Unpar.
Ke depan dengan adanya kerja sama dia berharap bisa berhasil dengan baik bersama dengan masyarakat kampung Labirin sehingga di replikasi atau duplikasi dan dikembangkan untuk masyarakat di daerah-daerah lain.
Usai penandatangan, Bima Arya yang hadir didampingi Kepala Bappeda, Kepala Disparbud, Kepala Bagian Tapem Setda Kota Bogor, Sekretaris Kecamatan Bogor Tengah, perwakilan BKPSDM dan Disdik mengajak Mangadar Situmorang dan jajaran sambil dipandu Lurah Babakan Pasar, berkeliling untuk mengunjungi Kampung Labirin.
Salah satunya rumah ibadah Phan Kho Bio Vihara Maha Brahma Pulo Geulis yang didalamnya ada tempat ibadah tiga agama berbeda. (+)








