“Untuk kanker payudara pemeriksaan dilakukan secara sadanis dan kanker rahim pemeriksaan dilakukan dengan IVA test. Pemeriksaannya secara serentak di enam puskesmas di Kota Bogor selama satu bulan ke depan, mulai 10 Oktober hingga 10 November 2022 nanti. Dengan deteksi sendiri maka faktor kesembuhannya akan lebih besar,” harapnya.
Sekda menyebutkan, pada tahun 2021 di Kota Bogor secara umum ada 821 penderita kanker, 367 diantaranya menderita kanker payudara. Untuk itu perlunya disadari para perempuan yang memiliki spesifikasi dibanding lelaki sehingga memiliki kewajiban untuk melakukan pemeriksaan secara dini.
Dirinya berharap dalam kegiatan yang berjalan dalam satu bulan ke depan tidak ditemukan perempuan yang menderita kanker. Namun demikian jika ditemukan, Pemkot Bogor dalam hal ini Dinkes bersama masyarakat, rumah sakit dan pihak yang terlibat saling berkomunikasi dan berkoordinasi untuk menanganinya, mulai dari pemeriksaan, paliatif hingga pendampingan.








