Tujuan lainya, sambung Retno, adalah untuk membangun akuntabilitas dan meminta pertanggungjawaban wali kota untuk melindungi pembangunan, pelaksanaan dan integrasi pengendalian tembakau dan kebijakan kesehatan masyarakat PTM.
“Tujuan selanjutnya yaitu untuk memastikan keberlanjutan, berinvestasi dan mempertahankan kapasitas sistem kesehatan lokal, memastikan pendekatan seluruh pemerintah untuk tembakau kontrol dan PTM. Berbagi bukti, pelajaran yang dipetik dan tindakan pencegahan untuk meningkatkan hasil program,” ujarnya.
Pada APCAT Philippine Forum 2022 ini Bima Arya akan berbicara mengenai pentingnya kepemimpinan subnasional dan pengalaman Kota Bogor dalam kebijakan dan implementasi pengendalian tembakau yang telah mendapat berbagai apresiasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Selain menghadiri APCAT Philippine Forum 2022, Wali Kota Bogor juga direncanakan akan melakukan silaturahmi dengan PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Manila, Courtesy Call dengan Dubes RI Untuk Filipina dan mengunjungi Solar Power Plant,” katanya. (*)








