Semua pasar, sambung Dedie, harus berjalan sesuai dengan standar- standar yang ada. Komitmen dari Pemkot Bogor sampai dengan hari ini, diantaranya pemkot sudah mengalokasikan penyertaan modal pemerintah hampir setengah triliun secara bertahap.
“Dan tahun ini kita alokasikan Rp 222 miliar untuk penyertaan modal. Itu sebagai bentuk komitmen dan Pemerintah Kota Bogor dalam penataan dan revitalisasi pasar. Kemudian juga kami pun saat ini sedang merencanakan revitalisasi 8 pasar di Kota Bogor,” sambungnya.
Karenanya, seluruh pasar di Kota Bogor harus bisa menjadi pusat perekonomian masyarakat. Sekaligus juga menjadi bagian Pemkot Bogor dalam melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL). Yang kemudian diintegrasikan dengan hampir 70 ribu UMKM yang ada di Kota Bogor.
“Sehingga UMKM ini nantinya bisa naik kelas. Dengan memiliki tempat berjualan yang memiliki kios didalam pasar. Kita dorong pendanaannya, baik lewat KUR hingga permodalan madani atau koperasi,” paparnya lagi.
Pemkot Bogor, masih kata Dedie, juga berencana akan membangun kembali pasar. Idealnya, kata Dedie. Kota Bogor sedianya memiliki 20 pasar rakyat. Pasar Gunung Batu, ke depan juga harus dilakukan pengembangan kembali. Tentu dengan dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi.








