Meski perbaikan akan dipercepat, Bima Arya meminta agar semua dipastikan harus sesuai aturan sehingga perbaikannya tidak boleh melewati satu tahun anggaran.
“Oleh karena itu pengerjaannya dibagi jadi dua tahap. Pertama, sekitar Rp 2,4 miliar akan dikerjakan selama dua bulan, mulai pekan depan sampai akhir bulan Desember. Nah, tahap berikutnya baru tahap finishing, 50 persen anggarannya mulai dikerjakan Januari dan februari. Jadi total perkiraan pengerjaan dilakukan selama 4 bulan ini baru selesai,” katanya.
Mengenai solusi kemacetan, pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi saat pagi hari dan menambah personel serta melakukan koordinasi dengan kepolisian.
“Nanti juga kita lihat beberapa titik yang selama ini menjadi jalan jalan ‘tikus’, opsi-opsinya seperti apa, intinya kami akan kerahkan tenaga yang lebih baik dari Dishub maupun dari kepolisian,” jelasnya.
Perbaikan jalan di ‘sayap jembatan’ Jalan KH. Tubagus Muhammad Falak ini memerlukan waktu kurang lebih selama empat bulan.
Karena melewati tahun anggaran, maka perbaikan menggunakan dana BTT hanya bisa sampai bulan Desember. Setelah itu pada bulan Januari kembali dilanjut dengan anggaran yang berbeda.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Chusnul Rozaki mengatakan, bahwa hampir setengah bulan pihaknya melakukan desain perencanaan perbaikan pasca terjadi longsoran.
Dari sana kemudian PUPR mencari perencanaan yang terbaik dari sisi desain maupun kecepatan waktu pengerjaan.








